Sampah Plastik di Dunia Semakin tidak Terkendali

07 Januari 2021

Kantong plastik dan kemasan plastik telah menjadi produk yang mendominasi semua lini pasar di dunia sejak pertama diluncurkan di tahun 1930-1940-an. Hingga kini, plastik dapat diproduksi sebesar 311 juta ton per tahun dan jumlah ini akan selalu meningkat setiap tahunnya. Namun hal ini justru memunculkan permasalahan dan krisis. Hal ini di sebabkan karena plastik merupakan material yang tidak dapat terurai secara cepat, dimana seiring dengan berjalannya waktu akan menyebabkan munculnya krisis yang umumnya kita sebut dengan kerusakan ataupun krisis lingkungan.

Dilansir dari data journal science yang ditulis oleh Edward Kosior, dan Irene Crescezi, sebanyak 95% sampah plastik di dunia merupakan sampah plastik sekali pakai. Sebesar 14% berhasil dikumpulkan untuk didaur ulang dengan kualitas yang rendah, 72% merupakan kantong plastik yang tidak dapat didaur ulang sama sekali, 40 % ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir, dan sebesar 32% tersebar di daratan ataupun lautan (tidak terlacak dan terorganisir) (sumber: sciencedirect.com). Jumlah ini sangat memprihatinkan, bukan rahasia umum bahwa beberapa tahun ke depan mungkin saja bumi akan menjadi planet yang tidak layak huni.

Untuk itu, Yuurbag hadir dengan misi mengurangi polusi sampah platik, khususnya yang di sebabkan oleh kantong plastik dan botol plastik. Perlu diketahui, dalam 1 buah tas Yuurbag terdapat 6 buah sampah botol plastik yang telah melalui proses daur ulang hingga menjadi shopping bag, dan diharapkan akan menggantikan fungsi dari kantong plastik sekali pakai, sehingga ke depannya dapat mengurangi dan meminimalisir polusi yang di sebabkan oleh sampah plastik di laut maupun daratan. Bergabunglah dengan kami untuk berkontribusi menyelamatkan lingkungan dan gunakanlah Yuurbag untuk masa depan yang lebih baik!